PASIKOLA: Ide Hingga Piloting dan Masa Depan

Ide dan Konsep

Pasikola adalah akronim dari Petepete Anak Sekolah. Ide ini hadir saat workshop, November 2016,  tentang transportasi publik untuk mengatasi masalah kemacetan di Makassar. Workshop ini diselenggarakan oleh Pemkot Makassar dan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) dengan dukungan dari United Nations Development Programme dan UN Pulse Lab.

Salah satu penyebab kemacetan di Makassar adalah kurangnya transportasi publik yang mengakses sekolah-sekolah yang ada di Makassar. Kenapa petepete? Karena petepete bisa menjangkau sampai ke dalam lorong dan kompleks yang terjangkau oleh bus atau armada yang berukuran besar.

Ide Pasikola ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dalam hal ini orang tua, yang mengantar jemput anaknya ke sekolah. Hal ini bisa mengurangi volume kendaraan di beberapa titik kemacetan pada jam masuk dan pulang sekolah, seperti misalnya di SMPN 6 Jl Ahmad Yani, SMPN 3 Jl. Baji Gau dan SDN IKIP (Jl. A.P.Pettarani). Adanya Pasikola juga dapat memberi waktu luang bagi orang tua karena tak lagi memusingi proses antar jemput anaknya tiap hari.

Hal lain yang diharapkan dari Pasikola ini adalah berkurangnya angka penggunaan kendaraan dan angka kecelakaan pengendara di bawah umur. Selain itu, Pasikola juga dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi petepete konvensional yang keberadaannya sekarang ini semakin terpinggirkan oleh transportasi daring.

Pasikola adalah layanan antar jemput anak sekolah dengan target murid SD dan SMP di Makassar. Nantinya, layanan Pasikola ini akan menggunakan aplikasi e-nassami sebagai aplikasi pendukung yang dapat diunduh di Play Store. Melalui aplikasi ini, orang tua siswa dapat memantau keberadaan armada Pasikola. Ada pula fitur tambahan berupa informasi dari sekolah ke orang tua murid.

Inkubasi dan Riset

Setelah workshop (November 2016), dua ide terpilih yaitu Pasikola dan e-nassami kemudian memasuk tahap inkubasi dan riset. Pada masa inkubasi, tim Pasikola dan e-nassami melakukan pemantapan ide melalui lokakarya purwarupa (prototyping). Tim melakukan ujicoba lapangan purwarupa yang telah dihasilkan dengan menemui orangtua-orangtua siswa di beberapa sekolah seperti: Kompleks SDN Mangkura, SDN Sudirman, SMPN 5 dan SMPN 2 Makassar.

Tim Pasikola juga mengadakan riset untuk mengetahui bagaimana model dan fasilitas apa yang diinginkan oleh orangtua siswa dari sebuah layanan antar jemput sekolah. Hasil penelitian itu kemudian diaplikasikan pada model, desain dan fitur layanan yang tersedia di dalam armada. Tim kemudian melakukan modifikasi petepete konvensional menjadi armada antar jemput yang ramah dan disukai anak-anak.

Untuk memahami manajemen layanan antar jemput sekolah, tim Pasikola juga belajar pada Sekolah Islam Athirah dan Yayasan Ikatan Antar Jemput Sekolah Mangkura. Keduanya memiliki pengalaman mengelola layanan antar jemput sekolah selama 20 tahun lebih.

Tim Pasikola juga mengadakan pelatihan bagi calon pengemudi sebelum menjalankan tugas sebagai pengemudi layanan antar jemput. Pelatihan pengemudi ini terbagi atas dua bagian yaitu In House Training berupa pelatihan teori dan On Job Training di mana calon pengemudi menjalani proses magang guna melakukan praktek langsung dan mendapatkan pengalaman melakukan layanan antar jemput anak sekolah.

 

Piloting dan Masa Depan Pasikola

Saat ini Pasikola telah memasuki tahap ujicoba atau piloting. Masa piloting terbagi menjadi tiga tahap yaitu; Piloting 1.1 (15 Mei – 10 Juni 2017), Piloting 1.2 (24 Juli – 24 Agustus 2017) dan Piloting 1.3 (4-9 September 2017).  di SMPN 3 Makassar. Pada Piloting 1.1, Pasikola memiliki satu armada yang melayani tujuh siswa SMPN 3 Makassar yang berdomisili di kawasan Daeng Tata dan Hartaco kemudian berlanjut pada Piloting 1.2 dengan penambahan dua siswa menjadi sembilan siswa pengguna.

Pada Piloting 1.2, armada layanan Pasikola bertambah menjadi dua mobil. Satu petepete akan tetap melayani siswa SMPN 3 Makassar dan satu armada tambahan untuk melayani sepuluh siswa SDN Kompleks IKIP dan SDN IKIP 1 yang berdomisili di kawasan Hertasning Baru dan area Perumnas.

Saat ini tim Pasikola sedang mempersiapkan dua armada tambahan lagi. Satu armada akan melayani SMPN 3 Makassar dan satu petepete akan melayani SDN Kompleks IKIP dan SDN IKIP 1. Kedua petepete ini sudah berada di bengkel dalam rangka modifikasi dan direncanakan akan digunakan pada Piloting 1.3.

Selama masa piloting, tim Pasikola juga akan memperdalam pengetahuan akan business model dan management arrangement dengan belajar pada beberapa perusahaan dan lembaga yang telah memiliki pengalaman dalam bisnis transportasi, Impact Hub dan Sekolah Islam Athirah.

Saat ini tim Pasikola juga sedang menyiapkan hal-hal yang diperlukan bagi terciptanya manajemen mandiri layanan antar jemput setelah masa piloting berakhir. Adanya manajemen mandiri ini diharapkan nantinya menjadi pengelola layanan antar jemput sekolah yang melayani siswa-siswi SD dan SMP se Makassar. Manajemen inilah yang kelak diharapkan dapat mewujudkan tujuan dari adanya Pasikola.

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *